Ingin Muntah Saat Menggosok Gigi?
Tak usah membuka mulut terlalu lebar.
Senin, 28/9/2009 | 18:54 WIB

KOMPAS.com - Rasa mual saat menggosok gigi -umumnya pada pagi hari- ternyata dialami oleh banyak orang. Rasa ingin muntah ini juga sering muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya Anda tidak mengalaminya, namun sejak beberapa minggu terakhir ini Anda merasakan dorongan untuk muntah tersebut. Meski begitu, jarang yang merasa mual hingga muntah. Kebanyakan orang hanya mengeluarkan suara ingin muntah, atau setelah bersendawa rasa mual itu hilang dengan sendirinya.

Penyebab rasa mual ini ada berbagai macam:

1. Anda memiliki tenggorokan yang sensitif. Bagian belakang tenggorokan mengalami kontraksi yang menghentikan obyek memasuki tenggorokan, kecuali saat Anda ingin menelan secara normal.

2. Anda menggosok gigi terlalu kencang sehingga menekan bagian dalam tenggorokan. Ingat kan, seorang penderita bulimia biasanya mencolok mulutnya sampai akhirnya memuntahkan makanannya.

3. Faktor psikologis, karena Anda pernah muntah saat menggosok gigi terlalu kencang. Kejadian tak sengaja itu rupanya membekas, sehingga Anda selalu merasa khawatir akan muntah saat menggosok gigi. Pikiran negatif juga bisa menyebabkan kejadian yang negatif.

4. Ada yang mengatakan bahwa mual saat menggosok gigi juga disebabkan oleh naiknya asam lambung (maag). Coba Anda perhatikan, apakah di antara busa pasta gigi Anda terdapat cairan kental berwarna bening kekuningan?

5. Anda sedang hamil, sehingga rasa mual merupakan bagian dari morning sickness yang Anda alami.

Berdasarkan berbagai penyebab ini, Anda sebenarnya dapat mengatasi rasa mual saat menggosok gigi tersebut.

1. Bernafas melalui mulut saat menggosok gigi. Tarik nafas dalam-dalam saat ingin muntah, dan hindari menahan nafas, atau berkonsentrasi  bernafas dengan satu cara, karena hal itu hanya akan memperparah keadaan. 

2. Jangan membuka mulut terlalu lebar atau dengan kaku. Lemaskan otot-otot mulut dan tenggorokan Anda. Bila memungkinkan, gosoklah gigi Anda perlahan-lahan tanpa membuka mulut. Jika asam lambung naik, buang dulu busa pasta gigi Anda.

3. Jangan memasukkan sikat gigi terlalu dalam, dan menyikat dengan kuat, karena tanpa sengaja tangan Anda bisa menyodok terlalu keras.

4. Ganti sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut, atau ganti pasta gigi dengan rasa yang tidak terlalu pedas. Anda bisa memilih pasta gigi yang rasanya Anda sukai.

5. Minum air hangat saat bangun tidur, lalu berkumur dengan air hangat saat menggosok gigi.

6. Jika Anda tidak yakin dengan kebersihan gigi karena berhenti menggosok gigi sebelum menyentuh semua gigi, bantu dengan obat kumur atau tongue scrapers untuk membersihkan lidah Anda (Anda bisa membelinya di apotek).

7. Jika penggunaan tongue scrapers tetap membuat Anda mual, gunakan dental floss untuk menyapu lidah Anda. Ambil floss sepanjang biasanya, lalu sapukan ke lidah Anda dari dalam ke luar. Cara ini akan cukup berhasil untuk yang memiliki tenggorokan sensitif.


DIN
Share on Facebook
A A A
evha @ Jumat, 2 Oktober 2009 | 11:20 WIB
makasi sudah memberikan tips ini. karena saya terkadang juga bingung knpa sya setring mengalami hal itu, bahkan setelah selesai makan pun saya sering merasa mul2.
sarwono Brebes @ Jumat, 2 Oktober 2009 | 00:27 WIB
Saya juga mengalaminya ingin muntah saat menggosok gigi.Cara-cara diatas akan kucoba setiap menggosok gigi makasih Tempo,..
Suci @ Kamis, 1 Oktober 2009 | 15:34 WIB
Saya mengalami masalah tersebut sudah bertahun-tahun. Cara yang saya pakai untuk mangatasinya adalah mengganti pasta gigi dengan pasta gigi yang tidak mengandung detergen.
SIDIK @ Selasa, 29 September 2009 | 11:53 WIB
ya lebih baik gosok gigi jangan pagi hari pakai aja obat kumur dulu utk menghilangkan bau mulut. gosok giginya gak siang dikitlah biar tidak mual. soalnya udah saya praktekan.
mercy @ Senin, 28 September 2009 | 20:25 WIB
makasih banyak dngn info ini dpt mmeredax kerisauan ht
5 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.