Davina: Presiden Juga Harus Peduli Lingkungan Hidup
Davina Hariadi, model dan Supporter Kehormatan WWF berharap presiden Susilo Bambang Yudyono tidak hanya memperhatikan masalah Ekonomi.
Selasa, 20/10/2009 | 14:06 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Davina Hariadi, seorang model dan juga Supporter Kehormatan World Wild Fund (WWF) berharap agar Presiden Susilo Bambang Yudyono dalam pemerintahan lima tahun ke depan tidak hanya memperhatikan masalah ekonomi.

"Presiden SBY jangan hanya memperhatikan masalah ekonomi, masalah lingkungan hidup juga harus mendapat perhatian," ujarnya, usai konfrensi pers WWF Wonder Eyes, di Jakarta, Selasa (20/10).

Ia mengatakan, masalah lingkungan hidup tidak kalah pentingnya dengan ekonomi. Ekonomi tanpa didukung sumber daya alam yang ada lama kelamaan akan habis tanpa meninggalkan bekas. Gadis yang baru saja berulang tahun yang ke 31 ini juga berharap, presiden dapat mengajak negara-negara maju untuk lebih memperhatikan lingkungan.

Selama ini negara maju selalu berkontribusi pada kerusakan lingkungan yang ada di negara berkembang. Selain itu, lanjut dia, anak-anak sebagai generasi penerus juga harus mendapatkan pendidikan mengenai cara-cara pelestarian lingkungan.

Hal tersebut dimaksudkan agar mereka mengerti bagaimana cara menjaga bumi agar dapat layak ditinggali. "Anak-anak juga harus dilibatkan. Jangan sampai masalah lingkungan seperti lingkaran setan yang tidak habis," tuturnya



Editor: ksp
Share on Facebook
A A A
Nun @ Selasa, 20 Oktober 2009 | 14:50 WIB
setuju..., masalah lingkungan hidup sangat penting karena jika diabaikan maka dampaknya akan kita terima cepat atau lambat. Sebaiknya pendidikan berbagai jurusan tetap memberikan wawasan mengenai dampak lingkungan sehingga kerusakan lingkungan dapat kita minimalisir
1 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.