Hah? Davina Menampung Air Mandinya?
Davina Hariadi, model dan Supporter Kehormatan WWF berharap presiden Susilo Bambang Yudyono tidak hanya memperhatikan masalah Ekonomi.
Selasa, 20/10/2009 | 15:55 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada umumnya masyarakat membuang air yang digunakan untuk mandi, namun tidak demikian dengan Davina Veronica Hariadi. Artis sekaligus model cantik itu justru menampung air mandinya untuk digunakan kembali.

"Air itu sumber kehidupan, jangan sampai terbuang percuma. Enggak ada salahnya menampung air yang digunakan untuk mandi," ujarmya, di Jakarta, Selasa (20/10).

Tak hanya air sisa mandi, Davina juga meminta kepada orang-orang di rumahnya untuk tidak membuang air sisa mencuci baju. Air-air bekas tersebut digunakan lagi untuk menyirami tanaman atau mencuci kendaraan miliknya.

Kepedulian Davina tidak sampai disitu. Sejak beberapa tahun lalu Supporter Kehormatan WWF ini tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja. Dia lebih memilih membawa sendiri kantong untuk menampung barang-barang belanjaanya.

"Saya juga selalu mematikan listrik bila sudah tidak digunakan lagi," kata cewek kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1978 itu.

Kesemua hal tersebut Davina lakukan sebagai rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin parah akhir-akhir ini. Banyak orang yang menggunakan air tanpa perhitungan, padahal air bersih adalah suatu hal yang langka bagi masyarakat Jakarta.

Meski dapat diadaur ulang, butuh waktu yang sangat lama untuk dapat menghancurkan plastik.

"Sayang kalau air dibuang, begitu juga kalau belanja selalu memakai kantong plastik, itu juga dapat merusak lingkungan," kata anak sulung dari dua bersaudara yang hari ini berulangtahun ke-31 itu.



Editor: hertanto
Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.