Agar Si Kecil Tidak Tumbuh Jadi Penakut
Jika selalu ditemani saat menyaksikan film seram, si anak bisa jadi penakut.
Minggu, 8/11/2009 | 17:47 WIB

KOMPAS.com - Menurut hasil penelitian Dr E. Juulia Paavonen dari Finland’s National Institute for Health and Welfare, anak-anak yang menonton acara televisi yang seram empat kali merasa lebih takut jika ditemani orangtuanya. Hal ini rupanya justru disebabkan oleh reaksi orangtuanya saat menonton acara tersebut.

Supaya si kecil tidak tumbuh menjadi anak yang penakut, coba terapkan trik-trik berikut:
* Tetap tenang dan usahakan untuk mengerti secara pasti apa yang membuat si kecil merasa takut dan merasa rentan. Cobalah cari tahu apa yang mereka inginkan dari Anda.

* Bantu mereka untuk mengingat, bahwa mereka dalam keadaan aman. Jika memungkinkan, cari tahu apa yang menjadi sumber ketakutan mereka. Jika ketakutan mereka berasal dari teman, atau acara televisi yang ia tonton, misalnya, Anda bisa katakan bahwa itu tidak benar, dan bahwa ada seseorang yang hanya ingin menakut-nakuti mereka. Jika akar ketakutan mereka adalah hasil dari suatu kejadian, bantu si kecil mengatasi rasa takutnya. Misalnya, jika seseorang yang dekat dengannya meninggal, dan sekarang si kecil takut jika sendirian, jelaskan bahwa memang sakit untuk kehilangan seseorang, tetapi kematian bukan berarti membuat si anak jadi rentan.

* Jika si kecil menangis dan ketakutan, salah satu cara meredamnya adalah dengan mencari pengalih pembicaraan. Misalnya, Anda bisa menceritakan tentang suatu hal, atau menanyakan pertanyaan yang berkisar seputar kegiatan mereka dalam sehari, atau mengingatkan sesuatu yang mereka sukai, seperti lagu kesukaan, atau cerita saat berlibur.

* Anda juga bisa menjadi contoh untuknya. Ceritakan ketika Anda menjadi seorang pemberani di masa kecil, atau kisah tentang seorang anak pemberani.

* Ingatlah bahwa rasa takut terbayang nyata bagi anak-anak dan mereka belum memiliki kemampuan untuk mundur dan mengevaluasi hal-hal di sekitarnya. Mereka bergantung pada orangtuanya untuk membatasi apa yang mereka lihat dan alami, untuk meyakinkan keamanan mereka, meski apa yang mereka takuti sebenarnya sepele untuk kita.

* Ingatlah, bahwa hanya butuh beberapa menit dan beberapa kegiatan untuk mengatasi rasa takut si kecil.


NAD

Sumber: msnbc
Share on Facebook
A A A
indrie @ Senin, 9 November 2009 | 17:59 WIB
kalo saya justru membatasi ke 2 ank sy laki2 semua utk nonton televisi yg sifatnya keras..(krn ke 2 ank sy aktif semua) mis:power ranger,ultramen..dan tokoh2 lain..mereka cenderung menirukan bahkan sy kewalahan mengatasinya, mereka bilang gak takut sm semua yg ada di TV..waduhh..pertanyaan demi pertanyaan selalu keluar dari mulutnya..
luna @ Senin, 9 November 2009 | 08:51 WIB
kalo gak mau anaknya penakut, ya orang tuanya harus berusaha jadi pemberani dulu. mengajarkan pada anak paling baik adalah dengan memberi contoh. Tunjukkan anda tegar dan berani menghadapi apapun itu asalkan tujuannya baik. maka dengan begitu anak akan dengan sendirinya punya semangat yang sama dengan orang tuanya. ^^
ghani @ Senin, 9 November 2009 | 08:32 WIB
kalo anak saya takut nya sama nasi kenapa ya ?
yanthi @ Minggu, 8 November 2009 | 21:40 WIB
anak2 saya udah takut nonton film yg agak mature (ex: Batman).. kerna saya batasi mereka nonton yg kekerasan.. Trus?? Gimana ya kalo udah terlanjur?
robin @ Minggu, 8 November 2009 | 19:37 WIB
@maskam: kata temenku Batman, cara mengatasi ketakutan adl dengan menjadi ketakutan itu sendiri. Si Batman takut kalong, makanya dia jadi kalong :)
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.