Perhatikan pergaulan putra-putri Anda.
Selasa, 29/12/2009 | 16:53 WIB

KOMPAS.com - Anda yang memiliki putri remaja musti lebih waspada saat ini. Kenali siapa teman-temannya, dan biasakan ia untuk selalu bercerita mengenai pergaulannya. Sebab sebuah studi telah menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara seksual sejak usia muda akan meningkatkan risiko kanker serviks kelak.

Para pakar kesehatan menanggapi hasil studi terakhir ini dengan menurunkan batasan usia untuk screening kanker serviks. Di Inggris, wanita tidak memenuhi syarat untuk mengikuti screening NHS (National Health Service) sampai usia 25 tahun. Namun Dr Lesley Walker dari Cancer Research UK mengatakan, "Kalau sudah begini, vaksinasi HPV (human papilloma virus, virus yang ditransmisikan secara seksual dan menjadi penyebab utama kasus kanker serviks) perlu diberikan di sekolah-sekolah pada usia sebelum siswa mulai berhubungan seks, khususnya di antara remaja putri di daerah yang kekurangan."

Riset yang dipublikasikan di British Journal of Cancer ini memang mengamati mengapa wanita di area yang kekurangan tampaknya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit mematikan ini. Menurut studi yang melibatkan 20.000 responden wanita tersebut, penyebabnya karena wanita di tempat-tempat tersebut umumnya telah berhubungan seks sejak usia remaja. Risiko kanker serviks meningkat pada wanita yang pertama kali melakukan intercourse pada usia 20 tahun.

"Dalam studi kami, wanita yang lebih miskin biasa sudah aktif secara seksual rata-rata 4 tahun lebih awal. Jadi mereka pun mungkin sudah terinfeksi HPV lebih awal, yang artinya memberikan virus itu lebih banyak waktu untuk mengembangkan kanker,"  ujar Dr Silvia Francheschi, yang memimpin studi tersebut.

Sementara itu, studi lain yang dilakukan International Agency for Research on Cancer mendapati bahwa usia wanita saat pertama melahirkan juga memegang peranan penting dalam mengembangkan kanker serviks. Faktor penyebab lain seperti merokok, dan jumlah partner seksual yang pernah dimiliki, ternyata tidak begitu signifikan.


DIN

Editor: din

Sumber: Marie Claire
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
adi wahyu susilo @ Kamis, 7 Januari 2010 | 17:03 WIB
kalau baru hampir melakukan hubungan seks (kepala penis baru masuk ke dalam vagina, dan belum memasukkan semuanya) apakah ada kemungkinan terkena penyakit seksual ? (hal ini terjadi pada anak murid saya (perempuan) yang berusia 16 tahun. dia menanyakan kepada saya hal tersebut. katanya setelah melakukan hal itu haidnya menjadi tidak biasa berwarna coklat dan kental) (saya guru pkl bimbingan konseling. dan saya belum mengetahui akibat daripada hal tersebut)..
Prawoto @ Senin, 4 Januari 2010 | 09:08 WIB
@Miranti, anda terlalu naif dan emosional menghadapi masalah kanker serviks ini. A) Vaksin HPV masih sangat muda usia, artinya efektifitasnya blem ternyata (krn butuh waktu ber-tahun2 untuk melihatnya) namun efek sampingnya telah jelas terlihat, yaitu merenggut nyawa 32 wanita muda, melumpuhkan puluhan lainnya dgn penyakit paska vaksinasi yg dikenal dgn nama Guilain Barre Syndrome, dan ratusan gadis lain mengalami efek terbalik "ringan, dari demam sampai lemah otot. B) Bukankah lebih baik menanamkan nilai agama dan moral ke pada mereka? Pikirlah sekali lagi sebelum bervaksin. Bukan seperti kata Anda,kanker ini tak mengindapi siapa saja.
Miranti Cahyaningtyas @ Selasa, 29 Desember 2009 | 18:19 WIB
Giatkan sosialisasi vaksinasi kanker serviks. Juga giatkan penyebaran vaksin yg lebih luas dan ketersediaan yg lebih tinggi agar faktor mahalnya harga yg harus dibayar tidak lg menjadi masalah. Kanker serviks mengintai siapa saja, tidak hanya terbatas pd mereka yg aktif scr seksual. Reproduksi sehat sekarang.
3 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.