Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/05/2014, 13:21 WIB
Christina Andhika Setyanti

Penulis

Sumber GALTime


KOMPAS.com — Putus cinta memang hal yang cukup menyedihkan. Namun, semua orang memiliki berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut.

"Cara putus cinta dan bagaimana orang menghadapi masalah tersebut bercerita banyak tentang gaya percintaan mereka," kata Wendy Walsh, Relationship Expert dan penulis buku The 30-Day Love. Namun, secara umum, ada dua tipe orang mengatasi rasa sakit hati setelah putus cinta, yaitu gaya emotional avoidant dan anxious style.

1. "Emotional avoidant"
Orang-orang yang memiliki tipe seperti ini biasanya lebih suka mengubur perasaan mereka daripada "mengolah" perasaan sakit hatinya setelah putus. Dari perspektif orang luar, orang yang memiliki tipe ini dianggap lebih cepat sembuh dari luka hati.

"Orang emotional avoidant cenderung berpikiran jalan pintas dan bisa move on dengan cepat. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memproses emosional mereka," katanya.

Emosi mereka saat putus cinta diluapkan dengan memilih tidak lagi berhubungan dengan si mantan. Bahkan, kadang ada juga orang yang putus silaturahim, tidak ingin kenal sama sekali, dan tak bertegur sapa ketika kebetulan bertemu di jalan. Intinya, mereka memang bisa move on dengan cepat dan tidak mau lagi ingat-ingat masa lalu.

2. "Anxious style"
Anxious style adalah tipe orang yang selalu penuh dengan kecemasan. Meskipun sudah putus lama, si cemas ini masih terus galau dan tak bisa move on dengan cepat.

Parahnya, si cemas ini justru tidak bisa melepaskan si mantan begitu saja. Mereka masih sering mencari tahu soal mantan lewat media sosial. Mereka ingin tahu apakah si mantan sudah punya pacar baru dan bagaimana kehidupannya.

"Mereka masih ingin terlibat dalam kehidupan sang mantan dan mungkin saja berusaha untuk mendapatkannya kembali. Contohnya, lirik-lirik lagu patah hati Taylor Swift," ujarnya.

Agar masalah hati ini tidak mengganggu hidup Anda terus-menerus, Walsh menyarankan untuk bersikap lebih dewasa saat memilih memutuskan hubungan. Berani jatuh cinta, berani putus dan berani bertanggung jawab dengan segala konsekuensi yang mungkin ditimbulkan, salah satunya adalah sakit hati.

"Ketika akan putus, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu berusahalah untuk bertanggung jawab atas perilaku Anda sendiri, belajar dari kesalahan Anda dan dia. Selain itu, apa pun alasan perpisahan Anda, sebaiknya jangan menjadi stalker. Mengeceknya di media sosial akan membuat Anda jadi susah move-on," sarannya.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com